Senin, 10 November 2014

JURNAL PT. PERTAMINA

LAPORAN TUGAS STRATEGI TEKNOLOGIANALISIS STRATEGI BISNISPT. PERTAMINA (PERSERO) TBK.
Rudini Mulya(1), AronMangatas(2),Kasroniyanto(3),Sidik(4),Rafli(5)                                                   Program Studi Teknik Industri                                                                                                                           Universitas Mercu Buana - Jakarta
ABSTRAK
Industri perminyakan adalah industri yang strategis dan berperan sangat penting bagiperekonomian suatu negara. Karena itu, segala keputusan yang berkenaan dengan sektor iniharus berlandaskan fundamental yang kuat beserta dengan strategi pengambilan keputusanyang tepat. Salah satu industri perminyakan di Indonesia adalah PT. Pertamina (Persero)   Tbk.    Adapun PT. Pertamina (Persero) Tbk. sendiri merupakan salah satu perusahaan negara yangmenguasai sektor penting/vital di Indonesia. Hal ini dikarenakan PT. Pertamina (Persero) Tbk.bertanggung jawab memenuhi kuota bahan bakar yang dibutuhkan oleh masyarakat luas.Selain itu, PT. Pertamina (Persero) Tbk. juga sangat bergantung kepada pemerintah karena BBM yang merupakan hajat hidup orang banyak, benar-benar harus dikelola dengan sebaik mungkin.                                                                         
Hal-hal tersebut mengindikasikan pentingnya pengambilan keputusan yang tepat,sehingga keputusan yang diambil bisa sama-sama menguntungkan masyarakat danperusahaan PT. Pertamina (Persero) Tbk. sendiri. Pembahasan akan difokuskan pada analisisvisi-misi, analisis internal dan eksternal perusahaan, beserta dengan analisis perusahaankompetitor yang ada. Adapun perusahaan kompetitor PT. Pertamina (Persero) Tbk. sekarangini, adalah Petronas dan Shell. Analisis kompetitor tersebut dilakukan pada CPM (CompetitiveProfiling Matrix ). Kemudian, dari analisis internal dan eksternal perusahaan, akan dapatditentukan matriks SWOT. Pada pembuatan alternatif strategi lainnya, juga digunakan matriksBCG (Boston Consulting Group) untuk mengetahui posisi PT. Pertamina (Persero) Tbk. darisegi penguasaan pasar dan pertumbuhan perusahaan. Dan yang terakhir dilakukan analisisQSPM untuk memilih strategi yang tepat bagi PT. Pertamina (Persero) Tbk.
1. PENDAHULUAN1.1 Latar belakang
Industri perminyakan adalah industriyang strategis dan berperan sangat pentingbagi perekonomian suatu negara. Karenaitu, segala keputusan yang berkenaandengan sektor ini harus berlandaskanfundamental yang kuat beserta denganstrategi pengambilan keputusan yang tepat.Salah satu industri perminyakan diIndonesia adalah PT. Pertamina (Persero)Tbk. Adapun PT. Pertamina (Persero) Tbk.sendiri merupakan salah satuperusahaan negara yang menguasai sektorpenting/vital di Indonesia. Hal inidikarenakan PT. Pertamina (Persero) Tbk.bertanggung jawab memenuhi kuota bahanbakar yang dibutuhkan oleh masyarakatluas. Selain itu, PT. Pertamina (Persero)Tbk. juga sangat bergantung kepadapemerintah karena BBM yang merupakanhajat hidup orang banyak, benar-benarharus dikelola dengan sebaik mungkin.

2
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakangdiatas, perumusan masalah yangmenjadi objek kajian dalam penelitian iniadalah :1. Apa Produksi Minyak Bumi di PT Pertamina layak atau tidak dijalankan? 2. Bagaimana strategy pemasaran produksi Minyak bumi PTPertamina untuk dapat memasuki pasar Nasional maupun Internasional?
1.3 Tujuan
 Adapun tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :1. Mengetahui apakah Produksi Minyak Bumi di PT Pertaminalayak atau tidak dijalankan? 2. Mengetahui Bagaimana strategipemasaran produksi Minyakbumi yang dilakukan PTPertamina untuk dapat memasuki pasar Nasional maupun Internasional?
1.4 Pembatasan Masalah
Suatu pembatasan masalah jelasdiperlukan agar ruang lingkup dalamkegiatan penelitian ini terarah terhadaptujuan yang ingin dicapai nantinya. Adapun batasan masalah yangdimaksudkan adalah sebagai berikut :
1. Studi atau penelitian ini hanyadilakukan pada PT Pertaminamengenai kelayakan usaha yang dijalankan.
2.Studi atau penelitian yangdilakukan pada PT Pertaminatidak membahas pada segifinansial perusahaan.
2. LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Management Strategi
Strategi secara umum adalah istilahyang sering diartikan sebagai alat untukmencapai tujuan atau menyelesaikan suatumasalah. Konsep mengenai strategi terusterus berkembang selama 30 tahun terakhir.Definisi strategi pertama dikemukakan oleh Chandler (1962) yaitu “strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan, serta pendayagunaan dan alokasi semua sumberdaya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut” (Fredy Rangkuti, 2005, h 3). John A. Bryne mendefinisikan strategi sebagai sebuah pola yang mendasar dari sasaran yang berjalan dan yang direncanakan,penyebaran sumber daya dan interaksi organisasi dengan pasar, pesaing dan faktor-faktor lingkungan.
Sementara itu JackTrout dalam bukunga Rout On Strategi mengulas bagaimana bertahan hidup dalamdunia kompetitif, bagaimana membuatpersepsi yang berbeda di benak konsumen,menjadi berbeda, mengenali kekuatan dankelemahan pesaing, menjadi spesialisasi,kepemimpinan yang memberi arah dan memahami realista pasar dengan menjadi yang pertama dan lebih baik (Suyanto,2007,h.16). Porter (1985) mengatakan bahwa “strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing” ”(Fredy Rangkuti, 2005, h 4).
 2.1.1 Distinctive Competence
 Adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya. Apabila suatu perusahaan memiliki kekuatan yang tidak mudah ditiru oleh perusahaan pesaing maka perusahaan tersebut dipandang sebagai perusahaan yang memiliki Distinctive Competence. Distinctive Competence menjelaskankemampuan spesifik suatu organisasi.Menurut Day dan Wensley (1988),identifikasi Distinctive Competence dalamsuatu organsisasi meliputi Keahlian tenagakerja dan Kemampuan sumber daya (FredyRangkuti, 2005, h 5). Dua faktor tersebutmenyebabkan perusahaan ini dapat lebihunggul dibandingkan dengan pesaingnya.
2.1.2 Competitive Advantage
 Adalah kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya Keunggulan bersaing disebabkan olehpilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk merebut peluang pasar. MenurutPorter, ada 3 pendekatan strategi yangdapat dilakukan perusahaan untuk memperoleh keunggulan bersaing yaitu Cost Leadership, Diferensiasi dan Fokus (Porter, 1985, h.11)
 2. 2 Hierarki Strategi
Dalam organisasi ada beberapatingkatan strategi dimana antara satudengan yang lain berbicara pada tataranyang berbeda dan menentukan arah danrute pada level yang berbeda pula. Hirarkistrategi yang ada dalam suatu organisasidikelompokkan menjadi 3 tingkatan yaitustrategi korporasi.
2.2.1. Strategi Korporasi
Sering dijumpai bahwa sebuah organisasi memiliki lebih dari satu unit bisnis atau unit kegiatan. Bisnis-bisnis yang digeluti organisasi tersebut mungkin semuanya ditujukan untuk mengejar keuntungan ( profit oriented) atau kegitansosial ( non profit / social oriented ) atau punggabungan keduanya. Strategi korporasidi tentukan oleh organisasi induknya. Jadi strategi korporasi meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh managemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro.
2.2.2 Strategi Unit Bisnis
Strategi unit bisnis umumnya dirancang untuk meletakkan bisnis pada suatu posisi yang diinginkan dalam suatu industri tertentu, sehingga pada akhir periode perencanaan dapat diperoleh tujuan(tingkat keuntungan) seperti yang diharapkanPada prinsipnya SBU memiliki karekteristik sebagai berikut: a. Memiliki misi dan strategib.  Menghasilkan produk atau jasayang berkaitan dengan misi danstrategic. Menghasilkan produk atau jasa secara spesifikd. Bersaing dengan pesaing yang telah diketahui dengan jelas.SBU memiliki pengertian yang berbeda untuk setiap perusahaan yang berbeda.SBU dapat meliputi satu atau lebih divisi, liniproduk, atau berupa satu jenis produk atau merek saja.
2.2.3. Strategi Fungsional
Strategi yang dirumuskan bersifatlebih spesifik tergantung pada kegiatanfungsional managemen. Strategi fungsionalini lebih bersifat operasional karena akanlangsung diimplementasikan oleh fungsi-fungsi managemen yang ada di bawahtanggung jawabnya, seperti fungsimanajemen produksi/operasional, fungsimanajemen pemasaran, fungsi manajemenkeuangan, dan fungsi manajemen sumberdaya manusia.
2.3 Analisis Situasi Menggunakan SWOT
 Analisis SWOT (Strength, Weakness,Opportunity, Threat ) adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength)dan peluang(oppurtunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan(weakness) dan ancaman (Threat). Fokus utama strategi fungsional menekankan pada pemaksimalan sumber daya produktivitas,misalnya strategi pemasaran, strategi keuangan, strategi sumber daya manusia,strategi operasi dan strategi penelitian dan pengembangan.
Kuadran 1:
Ini merupakan situasi yang sangatmenguntungkan. Perusahaan tersebutmemiliki peluang dan kekuatan sehinggadapat memanfaatkan peluang yang ada.Strategi yang harus diterapkan dalamkondisi ini adalah mendukung kebijakanpertumbuhan yang agresif (Growth orientedstrategy )
Kuadran 2:
Meskipun menghadapi berbagai ancaman,perusahaan ini masih memiliki keekuatandari segi internal. Strategi yang harusditerapkan adalah menggunakan kekuatanuntuk memanfaatkan peluang jangkapanjang dengan cara strategi diversifikasi (produk/pasar).
Kuadran 3:
Perusahaan menghadapi peluang pasaryang sangat besar, tetapi dilain pihak iamenghadapai beberapa kendala/kelemahaninternal. Fokus strategi ini adalahmeminimalkan maasalah-masalah internalperusahaan sehingga dapat merebutpeluang pasar yang lebih baik.
Kuadran 4:
Ini merupakan situasi yang sangat tidakmenguntungkan, perusahaaan tersebutmenghadapai berbagai ancaman dankelemahan internal.




 2.3.1. Matrik TOWS atau Matrik SWOT                                                                           Alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis perusahaan adalah matrik SWOT. Maktrik ini dapatmenggambarkan secara jelas bagaimanapeluang dan ancaman eksternal yangdihadapi perusahaan dapat disesuaikandengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.
2.4 Strategi  fungsional                                                                                                                                      Strategi yang dirumuskan bersifatlebih spesifik tergantung pada kegiatanfungsional managemen. Strategi fungsionalini lebih bersifat operasional karena akanlangsung diimplementasikan oleh fungsi-fungsi managemen yang ada di bawahtanggung jawabnya, seperti fungsimanajemen produksi/operasional, fungsimanajemen pemasaran, fungsi manajemenkeuangan, dan fungsi manajemen sumberdaya manusia. Fokus utama strategifungsional menekankan pada pemaksimalansumber daya produktivitas, misalnya strategipemasaran, strategi keuangan, strategisumber daya manusia, strategi operasi danstrategi penelitian dan pengembangan.
2.5 Analisis situasi menggunakanSWOT
 Analisis SWOT (Strength,Weakness, Opportunity, Threat  ) adalahidentifikasi berbagai faktor secara sistematisuntuk untuk merumuskan strategiperusahaan. Analisis ini didasarkan padalogika yang dapat memaksimalkan kekuatan(strength) dan peluang(oppurtunities),namun secara bersamaan dapatmeminimalkan kelemahan (weakness) danancaman (Threat ). Proses pengambilankeputusan strategis selalu berkaitan denganpengembangan misi, tujuan, strategi dankebijakan perusahaan.
2.5.1 Matriks SWOT                                                                                                                                              Menurut Rangkuti (2006), MatriksSWOT dapatmenggambarkan secara jelasbagaimana peluang dan ancamaneksternalyang dihadapi perusahaan dapatdisesuaikan dengan kekuatandankelemahan yang dimilikinya. Matriks inidapat menghasilkan empat setkemungkinan altenatif strategis.Berikut ini adalah keterangan dari matriksSWOT diatas :
1. Strategi SO (Strength andOppurtunity)
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiranperusahaan, yaitu dengan memanfaatkanseluruh kekuatan untuk merebut danmemanfaatkan peluang sebesar – besarnya.
2. Strategi ST (Strength and Threats)                                                                                                                  Strategi dalam menggunakan kekuatanyang dimiliki perusahaan untuk mengatasiancaman.        3. Strategi WO (Weakness andOppurtunity)                                                                                                  Strategi ini diterapkan berdasarkanpemanfaatan peluang yang ada dengancara meminimalkan kelemahan yang ada.
4. Strategi WT (Weakness and Threats) .                                                                                                             Strategi ini berdasarkan kegiatan yangbersifat defensif dan berusahameminimalkan kelemahan yang ada sertamenghindari ancaman.

https://html2-f.scribdassets.com/4mdvwog1c03f0djj/images/4-cd4f73cc4c.jpg
 2.5.2 Matriks grand strategi
Matriks Grand Strategy (StrategiUtama) terdiri dari 2 (dua) dimensi,yaitu:dimensi posisi persaingan dan dimensipertumbuhan pasar (Umar, 2005: 242-243)dan memiliki 4 (empat) kuadran .
3 Analisis PEST
Menurut Ward dan Peppard (2002,p70-72) analisis PEST adalah analisisterhadap faktor lingkungan eksternal bisnisyang meliputi bidang politik, ekonomi, sosialdan teknologi. PEST digunakan untuk menilaipasar dari suatu unit bisnis atau unitorganisasi.
d) Faktor Teknologi
 Faktor teknologi meliputi semua hal yangdapat membantu dalam menghadapitantangan bisnis dan mendukung efisiensiproses bisnis. Contoh : aktivitas penelitiandan pengembangan teknologi, automatisasi,kecepatan transfer teknologi, tingkatkadarluasa teknologi. Analisis PEST (
Warddan Peppard, 2002,
3. METODE PENELITIAN
3.1   Metode Penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan dalammakalah ini antara lain:1. Studi LiteraturStudi literatur dilakukan denganmenggunakan sumber-sumber sepertiartikel, buku, dan jurnal. Studi literatur iniberguna untuk mengetahui landasanteori untuk dijadikan acuan dalampenulisan makalah ini.2. Metode Pengumpulan DataTeknik yang dilakukan untukmendapatkan data antara lain :

1.        Metode Observasi 
 Pada metode ini, dilakukan observasiterhadap PT. Pertamina untukmengetahui bagaimana proses bisnisyang sedang berjalan.
2.        Metode Wawancara
 Pada metode wawancara ini, penulismelakukan wawancara terhadap pihak – pihak yang terlibat untukmemperoleh informasi strategismengenai perusahaan.
3.       Metode Analisis Analisa yang dbahas dalam makalah ini adalah:
a) Aspek Pasarb) Aspek Hukumc) Aspek Sosial Ekonomi danBudayad) Strategi-strategi PT. Pertaminae) Marketing Mixf) Aspek Teknologig) Aspek Sumber Daya Manusia.
https://html1-f.scribdassets.com/4mdvwog1c03f0djj/images/5-2528514788.jpg
4.8.2 Produksi Gas 
 Indonesia juga merupakan salahsatu negara yang kaya akan gas bumi.Sampai dengan pertengahan tahun 1970-an, gas dianggap bukan sebagai komoditiyang menguntungkan, sehingga hanyadigunakan pada kebutuhan yang terbatas.Infrastruktur transmisi dan distribusi gas pada periode tersebut juga terbatas.Seiring dengan kemajuan teknologi danpermintaan gas yang meningkat di pasardunia, maka eksploitasi gas mulaidilaksanakan dan Indonesia termasuksalah satu eksportir gas terbesar di dunia.Dari Gambar diatas, terlihat bahwa adabeberapa upaya yang serius untukmeningkatkan produksi minyak dancadangan minyak nasional. Hal ini akanmemicu pertumbuhan kegiatan sektorHulu, termasuk kegiatan di bidangpemboran, baik eksplorasi maupunpengembangan.Gambar 4.9. Realisasi Sumur Eksplorasidan ProduksiKhusus untuk gas alam, dalam jangkapanjang permintaan diperkirakan akanmeningkat secara global hingga tahun2020. Mengingat perkembangan ekonomidan teknologi yang akan mendorongbanyak pembangkit listrik berbasis BBMdan batu bara untuk beralih memakai gasalam yang dipandang lebih ramah lingkungan.
https://html2-f.scribdassets.com/4mdvwog1c03f0djj/images/18-7a900f94d1.jpg
 Dari Gambar diatas, terlihat bahwa ada beberapa upaya yang serius untuk meningkatkan produksi minyak dan cadangan minyak nasional. Hal ini akanmemicu pertumbuhan kegiatan sektorHulu, termasuk kegiatan di bidangpemboran, baik eksplorasi maupunpengembangan.
Gambar 4.9. Realisasi Sumur Eksplorasidan Produksi




Sumber: Christopher Click, Andrew Clyde,and John Corrigan,
 Bauran Energi Nasional
 Sumber energi fosil khususnya minyakbumi masih mendominasi pangsa energiglobal, dan posisi ini diperkirakan sampaidengan tahun 2030. Sampai saat ini,minyak bumi masih mendominasi bauranenergi primer nasional (52%) pada tahun2006, seperti terlihat pada Gambar 8.Gambar 4.12. Target Bauran EnergiNasional(Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006)Dari potensi reserves saat inisebesar 1520 Mwe, Pertamina menetapkantarget pertumbuhan kapasitaspembangkitan/pemanfaatan energi sebesarrata-rata 37% per tahun untukmenghasilkan 1322 MW listrik pada tahun2015. Sekitar 79% dari pertumbuhantersebut diharapkan berasal dari ekspansiproduksi existing area dan pengembanganpada lahan baru. Upaya tersebut diawalidengan pembuktian cadangan yangberpotensi untuk pengembangan 5 tahunmendatang meningkat menjadi 2185 MWe.Gambar 4.14. Peta Panas Bumi diIndonesia Sumber: Kementerian ESDM
4.8.3 Industri Drilling 
 Potensi drilling juga dapat di-driver dari adanya cadangan Coal Bed Methane (CBM), di mana pada lapisan batubaramuda terdapat cadangan gas methane yang dapat dieksplorasi dan dieksploitasi.Gambar 11 menunjukkan peta potensi CoalBed Methane di Indonesia yang berjumlahkurang lebih 453,3 TCF, dengan total Basinberjumlah 11.Gambar 4.15. Cadangan Coal BedMethane  di Indonesia.
https://html2-f.scribdassets.com/4mdvwog1c03f0djj/images/19-16e25fd87b.jpg
Dari potensi reserves saat inisebesar 1520 Mwe, Pertamina menetapkantarget pertumbuhan kapasitaspembangkitan/pemanfaatan energi sebesarrata-rata 37% per tahun untukmenghasilkan 1322 MW  listrik pada tahun2015. Sekitar 79% dari pertumbuhantersebut diharapkan berasal dari ekspansiproduksi existing area dan pengembanganpada lahan baru. Upaya tersebut diawalidengan pembuktian cadangan yangberpotensi untuk pengembangan 5 tahunmendatang meningkat menjadi 2185 MWe.Gambar 4.14. Peta Panas Bumi diIndonesia  

Sumber: Kementerian ESDM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar