LAPORAN TUGAS
STRATEGI TEKNOLOGIANALISIS STRATEGI BISNISPT. PERTAMINA (PERSERO) TBK.
Rudini Mulya(1), AronMangatas(2),Kasroniyanto(3),Sidik(4),Rafli(5)
Program Studi Teknik Industri
Universitas Mercu Buana - Jakarta
ABSTRAK
Industri perminyakan adalah industri yang strategis dan
berperan sangat penting bagiperekonomian suatu negara. Karena itu, segala
keputusan yang berkenaan dengan sektor iniharus berlandaskan fundamental yang
kuat beserta dengan strategi pengambilan keputusanyang tepat. Salah satu
industri perminyakan di Indonesia adalah PT. Pertamina (Persero) Tbk.
Adapun PT. Pertamina (Persero) Tbk. sendiri merupakan salah satu perusahaan negara yangmenguasai
sektor penting/vital di Indonesia. Hal ini dikarenakan PT. Pertamina (Persero)
Tbk.bertanggung jawab memenuhi kuota bahan bakar yang dibutuhkan oleh
masyarakat luas.Selain itu, PT. Pertamina (Persero) Tbk. juga sangat bergantung
kepada pemerintah karena BBM yang merupakan hajat hidup orang banyak,
benar-benar harus dikelola dengan sebaik mungkin.
Hal-hal tersebut mengindikasikan pentingnya pengambilan
keputusan yang tepat,sehingga keputusan yang diambil bisa sama-sama
menguntungkan masyarakat danperusahaan PT. Pertamina (Persero) Tbk. sendiri.
Pembahasan akan difokuskan pada analisisvisi-misi, analisis internal dan
eksternal perusahaan, beserta dengan analisis perusahaankompetitor yang ada.
Adapun perusahaan kompetitor PT. Pertamina (Persero) Tbk. sekarangini, adalah
Petronas dan Shell. Analisis kompetitor tersebut dilakukan pada CPM (CompetitiveProfiling
Matrix ). Kemudian, dari analisis internal dan eksternal perusahaan, akan
dapatditentukan matriks SWOT. Pada pembuatan alternatif strategi lainnya, juga
digunakan matriksBCG (Boston Consulting Group) untuk mengetahui posisi PT.
Pertamina (Persero) Tbk. darisegi penguasaan pasar dan pertumbuhan perusahaan.
Dan yang terakhir dilakukan analisisQSPM untuk memilih strategi yang tepat bagi
PT. Pertamina (Persero) Tbk.
1. PENDAHULUAN1.1 Latar belakang
Industri perminyakan adalah industriyang strategis dan
berperan sangat pentingbagi perekonomian suatu negara. Karenaitu, segala
keputusan yang berkenaandengan sektor ini harus berlandaskanfundamental yang
kuat beserta denganstrategi pengambilan keputusan yang tepat.Salah satu
industri perminyakan diIndonesia adalah PT. Pertamina (Persero)Tbk. Adapun PT.
Pertamina (Persero) Tbk.sendiri merupakan salah satuperusahaan negara yang
menguasai sektorpenting/vital di Indonesia. Hal inidikarenakan PT. Pertamina
(Persero) Tbk.bertanggung jawab memenuhi kuota bahanbakar yang dibutuhkan oleh
masyarakatluas. Selain itu, PT. Pertamina (Persero)Tbk. juga sangat bergantung
kepadapemerintah karena BBM yang merupakanhajat hidup orang banyak,
benar-benarharus dikelola dengan sebaik mungkin.
2
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakangdiatas, perumusan masalah
yangmenjadi objek kajian dalam penelitian iniadalah :1. Apa Produksi Minyak Bumi
di PT Pertamina layak atau tidak dijalankan? 2. Bagaimana strategy pemasaran
produksi Minyak bumi PTPertamina untuk dapat memasuki pasar Nasional maupun
Internasional?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian yang akan dilakukan
adalah sebagai berikut :1. Mengetahui apakah Produksi Minyak Bumi di PT
Pertaminalayak atau tidak dijalankan? 2. Mengetahui Bagaimana strategipemasaran
produksi Minyakbumi yang dilakukan PTPertamina untuk dapat memasuki pasar
Nasional maupun Internasional?
1.4 Pembatasan Masalah
Suatu pembatasan masalah jelasdiperlukan agar ruang lingkup
dalamkegiatan penelitian ini terarah terhadaptujuan yang ingin dicapai
nantinya. Adapun batasan masalah yangdimaksudkan adalah
sebagai berikut :
1. Studi atau penelitian ini
hanyadilakukan pada PT Pertaminamengenai kelayakan usaha yang dijalankan.
2.Studi atau penelitian
yangdilakukan pada PT Pertaminatidak membahas pada segifinansial perusahaan.
2. LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Management Strategi
Strategi secara umum adalah istilahyang sering diartikan
sebagai alat untukmencapai tujuan atau menyelesaikan suatumasalah. Konsep
mengenai strategi terusterus berkembang selama 30 tahun terakhir.Definisi
strategi pertama dikemukakan oleh Chandler (1962) yaitu “strategi adalah tujuan jangka
panjang dari suatu perusahaan, serta pendayagunaan dan alokasi semua sumberdaya
yang penting untuk mencapai tujuan tersebut” (Fredy Rangkuti, 2005, h 3). John A. Bryne mendefinisikan strategi sebagai
sebuah pola yang mendasar dari sasaran yang berjalan dan yang
direncanakan,penyebaran sumber daya dan interaksi organisasi dengan pasar,
pesaing dan faktor-faktor lingkungan.
Sementara itu JackTrout dalam bukunga Rout On Strategi mengulas
bagaimana bertahan hidup dalamdunia kompetitif, bagaimana membuatpersepsi yang
berbeda di benak konsumen,menjadi berbeda, mengenali kekuatan dankelemahan
pesaing, menjadi spesialisasi,kepemimpinan yang memberi arah dan memahami
realista pasar dengan menjadi yang pertama dan lebih baik (Suyanto,2007,h.16).
Porter (1985) mengatakan bahwa “strategi adalah alat yang sangat penting untuk
mencapai keunggulan bersaing” ”(Fredy Rangkuti, 2005, h 4).
2.1.1 Distinctive Competence
Adalah tindakan yang dilakukan oleh
perusahaan agar dapat melakukan kegiatan lebih baik dibandingkan dengan
pesaingnya. Apabila suatu perusahaan memiliki kekuatan yang
tidak mudah ditiru oleh perusahaan pesaing maka perusahaan tersebut dipandang
sebagai perusahaan yang memiliki Distinctive Competence. Distinctive Competence
menjelaskankemampuan spesifik suatu organisasi.Menurut Day dan Wensley
(1988),identifikasi Distinctive Competence dalamsuatu organsisasi meliputi
Keahlian tenagakerja dan Kemampuan sumber daya (FredyRangkuti, 2005, h 5). Dua
faktor tersebutmenyebabkan perusahaan ini dapat lebihunggul dibandingkan dengan
pesaingnya.
2.1.2 Competitive Advantage
Adalah kegiatan spesifik yang dikembangkan
oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya Keunggulan
bersaing disebabkan olehpilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk
merebut peluang pasar. MenurutPorter, ada 3 pendekatan strategi yangdapat
dilakukan perusahaan untuk memperoleh keunggulan bersaing yaitu Cost Leadership,
Diferensiasi dan Fokus (Porter, 1985, h.11)
2. 2 Hierarki Strategi
Dalam organisasi ada beberapatingkatan strategi dimana
antara satudengan yang lain berbicara pada tataranyang berbeda dan menentukan
arah danrute pada level yang berbeda pula. Hirarkistrategi yang ada dalam suatu
organisasidikelompokkan menjadi 3 tingkatan yaitustrategi korporasi.
2.2.1. Strategi Korporasi
Sering dijumpai bahwa sebuah organisasi memiliki lebih dari
satu unit bisnis atau unit kegiatan. Bisnis-bisnis yang digeluti organisasi
tersebut mungkin semuanya ditujukan untuk mengejar keuntungan ( profit oriented)
atau kegitansosial ( non profit / social oriented ) atau punggabungan
keduanya. Strategi korporasidi tentukan oleh organisasi induknya. Jadi strategi
korporasi meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh managemen dengan orientasi
pengembangan strategi secara makro.
2.2.2 Strategi Unit Bisnis
Strategi unit bisnis umumnya dirancang untuk meletakkan
bisnis pada suatu posisi yang diinginkan dalam suatu industri tertentu,
sehingga pada akhir periode perencanaan dapat diperoleh tujuan(tingkat
keuntungan) seperti yang diharapkanPada prinsipnya SBU memiliki karekteristik
sebagai berikut: a. Memiliki misi dan strategib. Menghasilkan produk atau jasayang berkaitan
dengan misi danstrategic. Menghasilkan produk atau jasa secara spesifikd.
Bersaing dengan pesaing yang telah diketahui dengan jelas.SBU memiliki
pengertian yang berbeda untuk setiap perusahaan yang berbeda.SBU dapat meliputi
satu atau lebih divisi, liniproduk, atau berupa satu jenis produk atau merek
saja.
2.2.3. Strategi Fungsional
Strategi yang dirumuskan bersifatlebih spesifik tergantung
pada kegiatanfungsional managemen. Strategi fungsionalini lebih bersifat
operasional karena akanlangsung diimplementasikan oleh fungsi-fungsi managemen
yang ada di bawahtanggung jawabnya, seperti fungsimanajemen
produksi/operasional, fungsimanajemen pemasaran, fungsi manajemenkeuangan, dan
fungsi manajemen sumberdaya manusia.
2.3 Analisis Situasi Menggunakan SWOT
Analisis SWOT (Strength,
Weakness,Opportunity, Threat ) adalah identifikasi berbagai faktor secara
sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang
dapat memaksimalkan kekuatan (strength)dan peluang(oppurtunities), namun secara
bersamaan dapat meminimalkan kelemahan(weakness) dan ancaman (Threat). Fokus utama
strategi fungsional menekankan pada pemaksimalan sumber daya
produktivitas,misalnya strategi pemasaran, strategi keuangan, strategi sumber
daya manusia,strategi operasi dan strategi penelitian dan pengembangan.
Kuadran 1:
Ini merupakan situasi yang sangatmenguntungkan. Perusahaan
tersebutmemiliki peluang dan kekuatan sehinggadapat memanfaatkan peluang yang
ada.Strategi yang harus diterapkan dalamkondisi ini adalah mendukung
kebijakanpertumbuhan yang agresif (Growth orientedstrategy )
Kuadran 2:
Meskipun menghadapi berbagai ancaman,perusahaan ini masih
memiliki keekuatandari segi internal. Strategi yang harusditerapkan adalah
menggunakan kekuatanuntuk memanfaatkan peluang jangkapanjang dengan cara
strategi diversifikasi (produk/pasar).
Kuadran 3:
Perusahaan menghadapi peluang pasaryang sangat besar, tetapi
dilain pihak iamenghadapai beberapa kendala/kelemahaninternal. Fokus strategi
ini adalahmeminimalkan maasalah-masalah internalperusahaan sehingga dapat
merebutpeluang pasar yang lebih baik.
Kuadran 4:
Ini merupakan situasi yang sangat tidakmenguntungkan,
perusahaaan tersebutmenghadapai berbagai ancaman dankelemahan internal.
2.3.1. Matrik TOWS atau Matrik SWOT
Alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor
strategis perusahaan adalah matrik SWOT. Maktrik ini dapatmenggambarkan secara
jelas bagaimanapeluang dan ancaman eksternal yangdihadapi perusahaan dapat
disesuaikandengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.
2.4 Strategi fungsional
Strategi
yang dirumuskan bersifatlebih spesifik tergantung pada kegiatanfungsional
managemen. Strategi fungsionalini lebih bersifat operasional karena
akanlangsung diimplementasikan oleh fungsi-fungsi managemen yang ada di
bawahtanggung jawabnya, seperti fungsimanajemen produksi/operasional,
fungsimanajemen pemasaran, fungsi manajemenkeuangan, dan fungsi manajemen
sumberdaya manusia. Fokus utama strategifungsional menekankan pada
pemaksimalansumber daya produktivitas, misalnya strategipemasaran, strategi
keuangan, strategisumber daya manusia, strategi operasi danstrategi penelitian
dan pengembangan.
2.5 Analisis situasi menggunakanSWOT
Analisis SWOT (Strength,Weakness,
Opportunity, Threat ) adalahidentifikasi berbagai faktor secara
sistematisuntuk untuk merumuskan strategiperusahaan. Analisis ini didasarkan
padalogika yang dapat memaksimalkan kekuatan(strength) dan peluang(oppurtunities),namun
secara bersamaan dapatmeminimalkan kelemahan (weakness) danancaman (Threat ).
Proses pengambilankeputusan strategis selalu berkaitan denganpengembangan misi,
tujuan, strategi dankebijakan perusahaan.
2.5.1 Matriks SWOT
Menurut Rangkuti (2006), MatriksSWOT dapatmenggambarkan secara
jelasbagaimana peluang dan ancamaneksternalyang dihadapi perusahaan dapatdisesuaikan
dengan kekuatandankelemahan yang dimilikinya. Matriks inidapat menghasilkan
empat setkemungkinan altenatif strategis.Berikut ini adalah keterangan dari
matriksSWOT diatas :
1. Strategi SO (Strength andOppurtunity)
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiranperusahaan,
yaitu dengan memanfaatkanseluruh kekuatan untuk merebut danmemanfaatkan peluang
sebesar – besarnya.
2. Strategi ST (Strength and Threats)
Strategi dalam menggunakan kekuatanyang dimiliki perusahaan untuk
mengatasiancaman. 3. Strategi WO (Weakness
andOppurtunity)
Strategi
ini diterapkan berdasarkanpemanfaatan peluang yang ada dengancara meminimalkan
kelemahan yang ada.
4. Strategi WT (Weakness and Threats) . Strategi
ini berdasarkan kegiatan yangbersifat defensif dan berusahameminimalkan
kelemahan yang ada sertamenghindari ancaman.
2.5.2 Matriks grand strategi
Matriks Grand Strategy (StrategiUtama)
terdiri dari 2 (dua) dimensi,yaitu:dimensi posisi persaingan dan
dimensipertumbuhan pasar (Umar, 2005: 242-243)dan memiliki 4 (empat) kuadran .
3 Analisis PEST
Menurut Ward dan Peppard (2002,p70-72) analisis PEST adalah
analisisterhadap faktor lingkungan eksternal bisnisyang meliputi bidang
politik, ekonomi, sosialdan teknologi. PEST digunakan untuk menilaipasar dari
suatu unit bisnis atau unitorganisasi.
d) Faktor Teknologi
Faktor teknologi meliputi semua hal yangdapat membantu
dalam menghadapitantangan bisnis dan mendukung efisiensiproses bisnis. Contoh :
aktivitas penelitiandan pengembangan teknologi, automatisasi,kecepatan transfer
teknologi, tingkatkadarluasa teknologi. Analisis PEST (
Warddan Peppard, 2002,
3. METODE PENELITIAN
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan dalammakalah ini antara
lain:1. Studi LiteraturStudi literatur dilakukan denganmenggunakan
sumber-sumber sepertiartikel, buku, dan jurnal. Studi literatur iniberguna
untuk mengetahui landasanteori untuk dijadikan acuan dalampenulisan makalah
ini.2. Metode Pengumpulan DataTeknik yang dilakukan untukmendapatkan
data antara lain :
1.
Metode Observasi
Pada metode ini, dilakukan observasiterhadap
PT. Pertamina untukmengetahui bagaimana proses bisnisyang sedang berjalan.
2.
Metode Wawancara
Pada metode wawancara ini, penulismelakukan
wawancara terhadap pihak – pihak yang terlibat untukmemperoleh
informasi strategismengenai perusahaan.
3.
Metode Analisis Analisa yang
dbahas dalam makalah ini adalah:
a) Aspek Pasarb) Aspek Hukumc) Aspek
Sosial Ekonomi danBudayad) Strategi-strategi PT. Pertaminae) Marketing Mixf) Aspek Teknologig) Aspek Sumber Daya Manusia.
4.8.2 Produksi Gas
Indonesia juga merupakan salahsatu negara yang kaya
akan gas bumi.Sampai dengan pertengahan tahun 1970-an, gas dianggap bukan
sebagai komoditiyang menguntungkan, sehingga hanyadigunakan pada kebutuhan yang
terbatas.Infrastruktur transmisi dan distribusi gas pada periode tersebut juga
terbatas.Seiring dengan kemajuan teknologi danpermintaan gas yang meningkat di
pasardunia, maka eksploitasi gas mulaidilaksanakan dan Indonesia termasuksalah
satu eksportir gas terbesar di dunia.Dari Gambar diatas, terlihat bahwa
adabeberapa upaya yang serius untukmeningkatkan produksi minyak dancadangan
minyak nasional. Hal ini akanmemicu pertumbuhan kegiatan sektorHulu, termasuk
kegiatan di bidangpemboran, baik eksplorasi maupunpengembangan.Gambar 4.9.
Realisasi Sumur Eksplorasidan ProduksiKhusus untuk gas alam, dalam
jangkapanjang permintaan diperkirakan akanmeningkat secara global hingga
tahun2020. Mengingat perkembangan ekonomidan teknologi yang akan
mendorongbanyak pembangkit listrik berbasis BBMdan batu bara untuk beralih
memakai gasalam yang dipandang lebih ramah lingkungan.

Dari Gambar diatas, terlihat bahwa ada beberapa upaya
yang serius untuk meningkatkan produksi minyak dan cadangan minyak nasional.
Hal ini akanmemicu pertumbuhan kegiatan sektorHulu, termasuk kegiatan di
bidangpemboran, baik eksplorasi maupunpengembangan.
Gambar 4.9. Realisasi Sumur Eksplorasidan Produksi
Sumber: Christopher Click, Andrew Clyde,and John Corrigan,
Bauran Energi Nasional
Sumber energi fosil khususnya minyakbumi masih
mendominasi pangsa energiglobal, dan posisi ini diperkirakan sampaidengan tahun
2030. Sampai saat ini,minyak bumi masih mendominasi bauranenergi primer
nasional (52%) pada tahun2006, seperti terlihat pada Gambar 8.Gambar 4.12.
Target Bauran EnergiNasional(Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006)Dari potensi
reserves saat inisebesar 1520 Mwe, Pertamina menetapkantarget pertumbuhan
kapasitaspembangkitan/pemanfaatan energi sebesarrata-rata 37% per tahun
untukmenghasilkan 1322 MW listrik pada tahun2015. Sekitar 79% dari
pertumbuhantersebut diharapkan berasal dari ekspansiproduksi existing area dan
pengembanganpada lahan baru. Upaya tersebut diawalidengan pembuktian cadangan
yangberpotensi untuk pengembangan 5 tahunmendatang meningkat menjadi 2185
MWe.Gambar 4.14. Peta Panas Bumi diIndonesia Sumber: Kementerian ESDM
4.8.3 Industri Drilling
Potensi drilling juga dapat di-driver dari adanya
cadangan Coal Bed Methane (CBM), di mana pada lapisan batubaramuda
terdapat cadangan gas methane yang dapat dieksplorasi dan dieksploitasi.Gambar
11 menunjukkan peta potensi CoalBed Methane di Indonesia yang berjumlahkurang
lebih 453,3 TCF, dengan total Basinberjumlah 11.Gambar 4.15. Cadangan Coal
BedMethane di Indonesia.
Dari potensi reserves saat inisebesar 1520 Mwe, Pertamina
menetapkantarget pertumbuhan kapasitaspembangkitan/pemanfaatan energi
sebesarrata-rata 37% per tahun untukmenghasilkan 1322 MW listrik pada tahun2015. Sekitar 79% dari
pertumbuhantersebut diharapkan berasal dari ekspansiproduksi existing area dan
pengembanganpada lahan baru. Upaya tersebut diawalidengan pembuktian cadangan
yangberpotensi untuk pengembangan 5 tahunmendatang meningkat menjadi 2185
MWe.Gambar 4.14. Peta Panas Bumi diIndonesia
Sumber: Kementerian ESDM